NASIONAL KINI | PAPUA – Situasi di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, dilaporkan memanas setelah seorang remaja berusia 15 tahun meninggal dunia akibat penganiayaan menggunakan panah pada Senin (21/9/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Riko Payage. Peristiwa tersebut kemudian memicu aksi massa di sejumlah titik di wilayah Jalan Cemenes, Distrik Agats.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WIT. Saat itu Riko Payage yang sedang berjalan pulang dari arah Tugu Tangan menuju Cemenes diduga dihadang oleh seorang pria berinisial SH di depan Pasar Mama Papua Cemenes.
Pelaku yang disebut dalam kondisi mabuk diduga menyerang korban menggunakan panah. Anak panah mengenai bagian leher dan tangan korban hingga menyebabkan Riko meninggal dunia.
Kabar meninggalnya korban kemudian memicu berkumpulnya massa di kawasan Jalan Cemenes. Sekitar pukul 07.00 WIT, situasi mulai diwarnai aksi massa.
Dalam perkembangan berikutnya, seorang anggota Intel Korem 174/ATW, Sertu Ali Gufron, turut menjadi korban dalam kericuhan tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.25 WIT ketika Sertu Ali Gufron mendatangi lokasi untuk memonitor situasi. Saat berada di tempat kejadian, ia diduga ditegur massa setelah mengambil foto kondisi di lapangan.
Sertu Ali Gufron kemudian dikejar dan mengalami serangan menggunakan senjata tajam. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka pada bagian kepala, bahu, tangan, serta luka serius pada tangan kanan.
Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi terakhir menyebutkan kondisi Sertu Ali Gufron dalam keadaan sadar dan masih menjalani perawatan.
Hingga sekitar pukul 11.15 WIT, massa masih berada di sekitar Jalan Cemenes. Sejumlah orang dilaporkan membawa senjata tajam berupa parang dan kapak serta busur dan anak panah.
Sementara itu, pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Riko Payage dilaporkan masih belum diamankan. Aparat masih melakukan upaya penanganan dan pengamanan situasi.
Dalam kondisi tersebut, salah seorang paman terduga pelaku disebut menjadi sasaran penyanderaan oleh massa. Langkah tersebut diduga dilakukan untuk mendesak agar terduga pelaku keluar dari persembunyiannya.
Situasi di Distrik Agats hingga laporan tersebut dibuat masih belum sepenuhnya kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah dan tidak mendekati lokasi kericuhan.
Warga juga diminta tidak mengambil maupun menyebarluaskan foto atau video terkait situasi di lokasi guna mencegah kondisi semakin memanas.
Aparat keamanan masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap perkembangan situasi di Distrik Agats. Informasi mengenai penanganan hukum terhadap terduga pelaku serta perkembangan keamanan di lokasi masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Penulis: Ismet
