Iklan

,

Iklan

.

Bertahun-tahun Tak Tersentuh Bantuan, Siswa SDI Insan Mandiri Belajar di Tengah Keterbatasan

REDAKSI
Jumat, 14 Agustus 2026, 13.47.00 WIB Last Updated 2026-08-14T06:47:55Z

 


NASIONAL KINI |SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan terlihat di Sekolah Dasar Islam (SDI) Insan Mandiri, yang berlokasi di Kampung Cikondang, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.


Selama bertahun-tahun, sekolah tersebut disebut belum mendapatkan bantuan pembangunan maupun perbaikan yang memadai dari pemerintah. Meski kondisi bangunan jauh dari layak, para siswa dan guru tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.


Sejumlah ruang kelas masih memiliki lantai tanah dan belum dilengkapi plafon. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar siswa kerap terganggu debu, udara yang pengap, serta keterbatasan ruang belajar.


Kepala SDI Insan Mandiri, Baen, mengatakan saat ini pihak sekolah hanya memiliki empat bangunan atau ruangan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Karena keterbatasan ruang, proses belajar mengajar terpaksa dilakukan secara bergiliran.


“Pihak sekolah baru memiliki empat ruangan. Karena kekurangan ruangan, proses belajar mengajar harus digilir,” ujar Baen, Jumat (14/8/2026).


Baen berharap pemerintah maupun para pemangku kebijakan dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk memperbaiki kondisi sekolah tersebut.


“Kami berharap kepada para pemangku kebijakan agar memberikan bantuan kepada kami, supaya proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ungkapnya.


Sementara itu, wali kelas lima, Atos Sulastri, mengaku sudah sekitar tiga tahun mengajar dengan kondisi ruang kelas yang penuh keterbatasan.


Menurutnya, debu dari lantai tanah sudah menjadi bagian dari keseharian para guru dan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.


“Ya harus bagaimana lagi, Pak. Kami tetap harus mengajar anak-anak meskipun kondisi bangunannya seperti ini,” kata Atos.


Hal senada disampaikan salah seorang siswa kelas enam, Eriska. Ia mengatakan kondisi sekolah yang rusak dan tidak layak tersebut sudah berlangsung kurang lebih tiga tahun.


“Kalau sedang belajar, ruangannya pengap dan banyak debu karena lantainya belum ada keramik,” ujar Eriska.


Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi sekolahnya agar para siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih nyaman.


“Kami berharap sekolah kami bisa dibangun dan diperbaiki supaya kami bisa belajar dengan nyaman,” tuturnya.


Kondisi SDI Insan Mandiri ini menjadi perhatian, mengingat sarana dan prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang proses pendidikan. Para guru dan siswa pun berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan layak.


Penulis : Dani Sanjaya P

Iklan