NASIONAL KINI | SUKABUMI – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mencetak generasi muda yang sehat dan unggul membuahkan hasil nyata. Melalui sinergi lintas sektor dan inovasi program yang menyentuh akar rumput, angka prevalensi stunting di wilayah berpenduduk 2,9 juta jiwa ini terus menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan.
Keberhasilan luar biasa ini mendapat perhatian khusus dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia yang melakukan kunjungan kerja langsung ke Pendopo Sukabumi pada Selasa (11/8). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dari dekat keberhasilan strategi lokal sekaligus memberikan dukungan penuh agar target penurunan stunting nasional dapat tercapai lebih cepat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menyambut hangat kehadiran tim Setwapres. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan pencapaian mengagumkan yang telah diraih oleh Pemkab Sukabumi berkat kerja keras seluruh elemen masyarakat dan jajaran dinas terkait.
Lompatan Besar: Angka Stunting Anjlok Drastis
Penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang membuahkan angka impresif. Berdasarkan data resmi, prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi berhasil dipangkas secara tajam dari 27,5 persen pada tahun 2022 menjadi 20,5 persen.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan komprehensif yang diterapkan pemerintah daerah berjalan efektif dan tepat sasaran. Kendati telah mengukir prestasi manis, Pemkab Sukabumi di bawah komando kepemimpinan daerah menolak untuk berpuas diri. Semangat untuk menciptakan lingkungan yang bebas stunting justru makin membara.
"Target nasional adalah delapan persen, dan kami di Kabupaten Sukabumi terus berikhtiar secara optimal agar bisa menekan angka stunting hingga mencapai 12,5 persen," tegas Sekda H. Ade Suryaman dengan penuh optimisme saat menerima kunjungan kerja tersebut.
Inovasi Program "Orang Tua Asuh" Jadi Kunci Sukses
Di balik angka penurunan yang fantastis tersebut, terdapat berbagai terobosan kebijakan progresif yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya memperkuat landasan hukum melalui penerbitan Peraturan Bupati (Perbup), Pemkab Sukabumi juga meluncurkan program sosial yang berdampak langsung pada keluarga berisiko stunting.
Salah satu inovasi unggulan yang menjadi sorotan adalah Program Orang Tua Asuh. Lewat gerakan gotong royong ini, para pejabat dan ASN di lingkungan Perangkat Daerah Kabupaten Sukabumi menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan asupan gizi tambahan dan pemantauan kesehatan berkala.
Melalui pendekatan yang hangat dan penuh kasih sayang ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan bantuan nutrisi secara konstan, tetapi juga perhatian intensif dalam pemenuhan tumbuh kembang mereka. Pola pendampingan terpadu ini terbukti efektif mempercepat pemulihan gizi anak-anak di Sukabumi.
Angin Segar dan Sinergi Bersama Setwapres
Kehadiran tim pemantau dari Sekretariat Wakil Presiden menjadi momen krusial bagi Kabupaten Sukabumi. Kunjungan kerja ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi juga membawa angin segar dan dorongan semangat baru bagi para kader kesehatan dan jajaran Setda di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi meyakini bahwa masukan teknis dan saran konstruktif dari hasil peninjauan lapangan tim Setwapres akan semakin memperkuat amunisi Pemkab dalam memformulasi strategi penanganan ke depan.
"Kehadiran Sekretariat Wakil Presiden memberikan dorongan moral yang sangat besar bagi kami. Kami berharap hasil peninjauan lapangan ini dapat memberikan masukan berharga untuk terus mengoptimalkan dan mengakselerasi penurunan angka stunting di seluruh penjuru Kabupaten Sukabumi," tutup H. Ade Suryaman.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat, Kabupaten Sukabumi kini melangkah mantap menuju masa depan yang cerah, melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
Penulis: DSU
