Iklan

,

Iklan

.

Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi ke-447, Merawat Warisan Leluhur dan Menatap Masa Depan

REDAKSI
Minggu, 05 Juli 2026, 00.09.00 WIB Last Updated 2026-07-04T17:09:05Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI - Kasepuhan Sinar Resmi, yang merupakan bagian dari Kesatuan Adat Banten Kidul di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kembali menggelar tradisi Seren Taun ke-447. Tahun ini, perhelatan adat mengusung tema "Yoreang Waktu Katukang Nyawang Mangsa Nu Bakal Datang", yang mengandung makna menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pijakan untuk menatap masa depan yang lebih baik.


Seren Taun merupakan tradisi tahunan masyarakat adat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh, sekaligus menjadi momentum pelestarian nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.


Kasepuhan Sinar Resmi dipimpin oleh Ketua Adat atau Abah Kasepuhan, Abah Asep Sugriwa, yang terus menjaga eksistensi tradisi dan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman. Di bawah kepemimpinannya, Seren Taun tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda dan daya tarik bagi masyarakat luas.


Rangkaian kegiatan Ngagondang, sebuah prosesi yang mengiringi pelaksanaan Seren Taun. Dalam tradisi ini ditampilkan kesenian Gogondangan, sebuah pertunjukan drama musikal yang lahir dari tradisi menumbuk padi menggunakan lesung dan alu. Kesenian tersebut berasal dari kata gondang, yang mencerminkan aktivitas masyarakat agraris dalam mengolah hasil panen.


Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Gogondangan sarat dengan nilai filosofis. Kesenian ini menjadi simbol penghormatan masyarakat Sunda kepada Nyi Pohaci Sanghyang Sri, sosok yang dipercaya sebagai Dewi Padi dan lambang kemakmuran. Melalui irama, gerak, dan syair yang ditampilkan, masyarakat adat mengungkapkan rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus memohon keberkahan untuk musim tanam dan panen berikutnya.


Pelaksanaan Seren Taun ke-447 kembali menegaskan komitmen Kasepuhan Sinar Resmi dalam menjaga kelestarian budaya Sunda. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini menjadi bukti bahwa warisan leluhur tetap hidup, relevan, dan terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas budaya yang patut dijaga bersama.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan