NASIONAL KINI | SUKABUMI – Gelombang protes besar-besaran kembali mengguncang pusat pemerintahan Kota Sukabumi. Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi gabungan, termasuk Forum RT/RW dan Ormas DPW Gasak 46 SC Kota Sukabumi, menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "Demonstrasi 2626: Sukabumi Menggugat".
Aksi yang dipusatkan di depan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Sukabumi ini membawa tuntutan radikal: mendesak pemakzulan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Suasana di lapangan sempat memanas saat perwakilan massa terlibat adu argumentasi sengit dengan anggota dewan yang menemui mereka.
Sindiran Keras: Penghargaan "Penguasa Sempurna" untuk Wali Kota
Ada momen menarik sekaligus ironis di tengah riuhnya demonstrasi. Massa aksi memberikan sebuah penghargaan teatrikal kepada Wali Kota Ayep Zaki sebagai "Penguasa yang Sempurna". Namun, penghargaan tersebut bukanlah sebuah prestasi, melainkan bentuk sarkasme dan sindiran politik yang menohok.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi karena wali kota tidak berada di tempat. Massa menyatakan bahwa gelar "Penguasa Sempurna" ini adalah simbol perlawanan terhadap sikap sang pemimpin yang dinilai arogan, abai terhadap nasib rakyat, serta jauh dari amanah dan nilai-nilai keadilan sosial.
3 Tuntutan Utama Gerakan Sukabumi Menggugat
Dalam orasinya, para pengunjuk rasa membawa tiga poin krusial yang dinilai menjadi bukti kegagalan kepemimpinan saat ini:
• Pemakzulan Wali Kota: Massa mendesak DPRD Kota Sukabumi untuk segera mengambil langkah konstitusional tegas guna menuntut pertanggungjawaban dan memakzulkan Ayep Zaki.
• Penagihan Janji Kampanye: Masyarakat menuntut realisasi konkret dari program-program politik yang diobral wali kota saat masa kampanye lalu.
• Kesejahteraan ASN: Demonstran menyoroti keterlambatan pencairan gaji ke-13 bagi ASN di lingkungan Pemkot Sukabumi, yang dinilai mencerminkan buruknya tata kelola keuangan daerah.
DPW Gasak 46 SC Kepung Balai Kota, M. Heryanto Ambil Sikap Tegas
Aksi mobilitasi massa ini diperkuat oleh kehadiran DPW Gasak 46 SC Kota Sukabumi. Di bawah komando ketuanya yang baru, M. Heryanto, atau yang akrab disapa Ato, organisasi kemasyarakatan ini langsung menunjukkan taringnya dengan mengirimkan sekitar 200 personel yang bergerak dari 7 kecamatan di Kota Sukabumi.
Saat dimintai komentar di sela-sela aksi, Ketua DPW Gasak 46 SC Kota Sukabumi, M. Heryanto (Ato), menyatakan bahwa kehadiran anggotanya adalah murni panggilan nurani untuk membela hak-hak masyarakat yang selama ini tersumbat.
"Kami dari Gasak 46 SC tidak akan tinggal diam melihat kondisi daerah yang makin memprihatinkan. Penghargaan 'Penguasa Sempurna' yang diserahkan ke Sekda tadi adalah tamparan keras. Itu adalah akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan Ayep Zaki yang dinilai arogan dan tutup mata terhadap jeritan rakyat di bawah, termasuk nasib para ASN yang hak gajinya tertunda," tegas M. Heryanto (Ato).
Komentar dan Harapan untuk Masa Depan Kota Sukabumi
Lebih lanjut, M. Heryanto menyampaikan harapan besar dari gerakan moral ini agar roda pemerintahan di Kota Sukabumi bisa kembali ke jalur yang benar.
"Harapan kami sangat jelas, DPRD harus berani bertindak dan tidak mandul dalam mengawasi eksekutif. Jika janji politik tidak ditepati dan hak-hak ASN saja diabaikan, bagaimana bisa menyejahterakan rakyat kecil? Kami berharap aksi ini menjadi titik balik agar tata kelola pemerintahan di Kota Sukabumi bersih, amanah, dan mengutamakan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok tertentu," pungkas Ato.
Hingga berita ini diturunkan, massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar jika DPRD Kota Sukabumi tidak segera menindaklanjuti tuntutan pemakzulan tersebut.
Penulis: DSU
