Iklan

,

Iklan

.

Gegerkan Sukabumi! 5.000 Massa 'Putihkan' Lapangan Merdeka, Yandra Utama Santosa Bongkar Misi Rahasia di Balik Aksi Akbar Makan Bergizi Gratis!

REDAKSI
Rabu, 24 Juni 2026, 12.49.00 WIB Last Updated 2026-06-24T05:49:30Z

 


NASIONAL KINI | SUKABUMI  – Suasana pusat Kota Sukabumi mendadak gempar pada Rabu pagi. Sebanyak 5.000 orang dari berbagai elemen masyarakat dilaporkan mengalir deras dan "memutihkan" Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Aksi massa dalam jumlah fantastis ini memicu perhatian publik secara luas. Namun, alih-alih berakhir dengan kericuhan, aksi yang dikomandoi oleh tokoh pemuda berpengaruh, Yandra Utama Santosa, justru berjalan dengan penuh kekeluargaan dan kesucian lewat lantunan doa serta istighosah akbar, hari Rabu, tanggal (24/06/2026).


​Aksi yang bertajuk “Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG): Bersatu Demi Masa Depan” ini sukses mencuri perhatian nasional. Mengapa? Karena di tengah pro-kontra kebijakan publik, ribuan masyarakat Sukabumi justru bersatu padu membentuk barisan kokoh demi mengawal program super strategis milik Presiden Prabowo Subianto.


​Yandra Utama Santosa: "Ini Gerakan Murni dari Keresahan Hati Masyarakat!"


​Sebagai jenderal lapangan sekaligus Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat Peduli MBG, Yandra Utama Santosa, tampil di depan mimbar dengan penuh kharisma. Di hadapan 5.000 massa yang memadati lapangan, Yandra membongkar alasan utama mengapa pergerakan masif ini harus terjadi di Sukabumi.


​Menurut Yandra, ini bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan sebuah gerakan moral yang lahir dari kesadaran mendalam mengenai masa depan generasi emas Indonesia.


​"Ribuan massa dari berbagai elemen lintas sektor hadir di sini 'memutihkan' pusat Kota Sukabumi guna mengetuk pintu langit lewat lantunan doa dan istighosah bersama. Sudah saatnya kita bergerak memberikan dukungan moril terhadap program besar Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia Emas 2045 terwujud. Gizi untuk anak bangsa adalah hal yang utama, maka dari itu MBG harus berlanjut!" tegas Yandra dengan nada membakar semangat.



​Yandra, yang saat itu didampingi oleh Ketua Yayasan Tunas Indonesia Raya (Tidar) Biru Sejahtera, Muhammad Sayid Agil, menjelaskan bahwa 5.000 orang yang hadir ini merupakan kesatuan ekosistem yang utuh. Mereka adalah orang-orang yang hidupnya bersentuhan langsung dengan program ini, mulai dari para pemilik dapur atau Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG), penyuplai bahan baku, petani lokal yang menyediakan sayur, peternak telur, nelayan, hingga orang tua murid sebagai penerima manfaat.


​Dukungan Mengalir Deras: "Bukan Penolakan, Kami Ingin Anak-Anak Cerdas!"


​Dukungan nyata dan mengharukan juga datang dari para peserta aksi yang rela berpanas-panasan sejak pagi hari demi menyuarakan isi hati mereka. Salah satunya adalah Tika Rostiawati (48), seorang ibu rumah tangga sekaligus perwakilan warga yang ikut dalam barisan massa.


​Tika dengan tegas membantah isu miring yang menyebut aksi ini sebagai bentuk protes atau penolakan. Sebaliknya, kehadirannya bersama ribuan ibu-ibu lainnya adalah bentuk cinta dan kepedulian yang sangat tinggi agar program ini tidak diselewengkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.


​"Kami hadir di sini untuk menyuarakan harapan, bukan untuk menolak. Kami ingin memastikan bahwa makanan yang disajikan untuk anak-anak kami nantinya benar-benar bergizi, higienis, memenuhi standar kesehatan yang ketat, serta diprioritaskan menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pelosok yang paling membutuhkan," ujar Tika dengan mata berkaca-kaca penuh harap.


​Komentar senada juga datang dari para pelaku usaha lokal. Keberadaan program MBG dinilai menjadi angin segar yang membangkitkan ekonomi kerakyatan di Sukabumi. Petani dan peternak lokal kini memiliki pasar yang pasti untuk menyerap hasil panen mereka, sehingga kesejahteraan masyarakat bawah ikut terkerek naik.


​Tiga Tuntutan Keramat Massa Aksi Demi Sukabumi


​Meskipun berjalan dengan sangat damai dan tertib, Aliansi Masyarakat Peduli MBG yang dipimpin Yandra tetap menitipkan poin-poin krusial yang harus didengar oleh pemangku kebijakan di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tiga poin utama yang menjadi sorotan dalam diskusi bersama dan pembagian brosur di lapangan adalah:


• ​Kualitas Bahan Baku Tanpa Kompromi: Menu makanan yang disajikan wajib memenuhi keseimbangan gizi (4 sehat 5 sempurna) dan dimasak dengan tingkat higienis yang tinggi.

• ​Pengawasan Ketat Antikorupsi: Masyarakat menuntut adanya transparansi penuh dan pengawasan berlapis guna mencegah adanya potensi penyimpangan atau pemotongan anggaran dalam pelaksanaan program MBG di daerah.

• ​Peta Distribusi yang Adil: Sekolah-sekolah di daerah pinggiran atau masyarakat dengan ekonomi rentan harus menjadi prioritas utama penerima manfaat.


​Aksi Berakhir Damai, Sukabumi Jadi Percontohan Nasional


​Lautan manusia yang memenuhi Lapangan Merdeka perlahan membubarkan diri dengan tertib menjelang siang hari. Sepanjang acara, aparat kepolisian dan petugas keamanan setempat tampak berjaga dengan humanis. Tidak ada satu pun sampah yang berserakan, tidak ada fasilitas publik yang rusak—sebuah pemandangan langka untuk aksi yang melibatkan hingga 5.000 orang.


​Aksi damai di Sukabumi ini sukses mengirimkan pesan kuat ke tingkat pusat: masyarakat di daerah siap mengawal, mendukung, dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis demi melahirkan generasi cerdas menuju Indonesia Emas 2045!. 


Penulis: DSU

Iklan