Iklan

,

Iklan

.

Panen Raya Sorgum di Ciemas, Dorong Energi Hijau dan Buka Peluang Ekonomi Petani

REDAKSI
Minggu, 21 Juni 2026, 23.16.00 WIB Last Updated 2026-06-21T16:16:09Z

NASIONAL KINI | SUKABUMI – Upaya mendorong penggunaan energi ramah lingkungan di Kabupaten Sukabumi mulai menunjukkan perkembangan melalui pemanfaatan tanaman sorgum sebagai bahan biomassa. Hal itu ditandai dengan kegiatan Panen Raya Sorgum sekaligus pengiriman perdana biomassa sorgum dust untuk kebutuhan co-firing PLTU Palabuhanratu yang digelar di Perkebunan Sorgum Cilegok, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kamis (18/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H Andreas yang menilai pengembangan sorgum memiliki prospek besar, tidak hanya untuk mendukung program energi berkelanjutan tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani.


Menurutnya, keberadaan industri di daerah harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi warga sekitar melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.


"Pengembangan sorgum ini menjadi langkah positif. Selain mendukung kebutuhan energi, tanaman ini juga dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat," ujarnya.


Ia menjelaskan kebutuhan biomassa untuk mendukung program co-firing di PLTU Palabuhanratu diperkirakan mencapai sekitar 1.400 ton per bulan. Kebutuhan tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi petani lokal untuk ikut terlibat dalam mendukung pasokan energi berbasis sumber daya terbarukan.


Di sisi lain, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Jabar II Palabuhanratu, Bowo Pramono, menyampaikan bahwa program pengembangan sorgum telah mulai dijalankan sejak tahun 2025 melalui tahapan penanaman hingga panen perdana saat ini.


Menurutnya, tanaman sorgum memiliki masa panen yang cukup singkat, yakni sekitar tiga bulan, sehingga berpotensi menjadi sumber biomassa yang berkelanjutan.


"Panen dan pengiriman perdana ini menjadi awal penguatan sistem pasokan biomassa yang melibatkan masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap transisi energi menuju target net zero emission," katanya.


Sementara itu, Direktur Utama PT Berkah Inti Daya (BID), Eko Satrio Pramono, mengatakan keberhasilan program tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, dunia usaha, PLN, dan petani.


Ia menambahkan, selain sebagai sumber energi alternatif, tanaman sorgum juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar karena dapat tumbuh di berbagai jenis lahan serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.


Ke depan, pengembangan budidaya sorgum diharapkan semakin diperluas melalui peningkatan produktivitas dan penguatan kemitraan dengan petani sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


Penulis: Ismet 

Iklan