NASIONAL KINI | SUKABUMI – Kota Sukabumi bersiap menyongsong era baru yang lebih cerah dan dinamis. Angin segar perubahan ini berembus kencang seiring dengan langkah progresif Komisi II DPRD Kota Sukabumi bersama Panitia Khusus (Pansus) yang tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif (Ekraf). Langkah strategis ini digadang-gadang akan menjadi motor penggerak utama kemajuan kota, mengubah potensi lokal menjadi prestasi global,.
Optimisme ini terpancar kuat saat jajaran DPRD melakukan kunjungan kerja kolaboratif ke Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Sukabumi. Fokusnya jelas dan terarah: memperkuat regulasi, membangun infrastruktur mental, serta menyusun strategi matang demi menyejahterakan masyarakat.
Payung Hukum Kuat untuk 17 Subsektor Ekraf
Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Raden Koesoemo Hutaripto, menjadi salah satu tokoh kunci yang menyuarakan pentingnya lompatan besar ini. Dengan visi yang berpihak pada rakyat kecil dan pelaku usaha kreatif (wong cilik), Raden Koesoemo menegaskan bahwa Perda Ekraf yang sedang disusun bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah jaminan masa depan.
“Dalam Perda Ekraf ini, kami dari Fraksi PDI Perjuangan ingin ada penguatan yang konkret terhadap 17 subsektor ekonomi kreatif. Yang paling krusial adalah bagaimana kita bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Sukabumi agar sektor ini dapat tumbuh subur, mandiri, dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Raden Koesoemo dengan penuh semangat, hari Selasa, tanggal (23/06/2026).
Kehadiran regulasi ini akan memberikan perlindungan sekaligus ruang kreasi yang luas bagi para pelaku industri kreatif, mulai dari fashion, kuliner, kriya, aplikasi, hingga seni pertunjukan, agar mampu naik kelas.
Gotong Royong Lintas Sektor: Sukabumi Bergerak Bersama
Mengadopsi semangat gotong royong yang menjadi napas perjuangan PDI Perjuangan, Raden Koesoemo mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi kreatif tidak bisa dicapai dengan kerja sendiri-sendiri. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Sukabumi harus melebur dalam satu visi yang sama.
Ia mencontohkan kesuksesan kota-kota besar lain yang mampu menyulap pariwisata mereka berkat kolaborasi yang harmonis. Di Sukabumi, integrasi ini harus diwujudkan nyata.
"Semua dinas harus memiliki orientasi yang sama. Dinas Pariwisata, Dispora, Dinas Pendidikan, hingga Dinas PUPR harus saling mendukung. Akses jalan yang mulus, fasilitas yang nyaman, serta ruang publik yang hidup harus dibangun secara terintegrasi," tambahnya.
Pengembangan ini nantinya akan dipandu oleh formula emas Konsep 5A:
• Akses yang mudah dijangkau.
• Amenitas atau fasilitas penunjang yang ramah wisatawan.
• Akomodasi yang memadai dan berkualitas.
• Aksesibilitas konektivitas antarwilayah.
• Aktivitas atau atraksi kreatif yang konsisten dan menarik.
Menghidupkan Kembali Romantisme Heritage Kota Persinggahan
Kota Sukabumi bukanlah kota tanpa cerita. Sejak zaman kolonial, kota ini telah memikat hati banyak orang dengan udaranya yang sejuk dan bangunan bersejarah yang estetik. Potensi heritage (warisan budaya) inilah yang dibidik oleh Raden Koesoemo sebagai identitas dan nilai jual utama.
"Kita punya modal sejarah yang sangat kuat. Sukabumi adalah kota wisata sejak zaman dahulu kala. Identitas sebagai kota heritage ini wajib kita kembangkan kembali melalui penguatan sarana dan prasarana pendukung ekonomi kreatif," jelas legislator dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Dengan memadukan unsur sejarah klasik dan sentuhan modernitas ekonomi kreatif, Sukabumi diyakini mampu menciptakan daya tarik wisata yang unik dan tidak ditemukan di daerah lain.
Menjawab Tantangan Jalan Tol: Sukabumi Bukan Sekadar Lintasan!
Pembangunan infrastruktur jalan tol di kawasan Sukabumi dan sekitarnya membawa perubahan besar pada mobilitas masyarakat. Alih-alih cemas, Raden Koesoemo justru melihat hal ini sebagai peluang emas yang harus dijemput dengan kesiapan matang.
Melalui strategi ekraf yang kuat, politisi PDI Perjuangan ini optimis Kota Sukabumi tidak akan menjadi "kota mati" yang sekadar dilewati kendaraan. Sebaliknya, Sukabumi akan bertransformasi menjadi magnet yang memaksa pengendara untuk menepi, singgah, belanja, dan menikmati keindahan kota.
“Jangan sampai dengan adanya jalan tol, Kota Sukabumi hanya menjadi lintasan. Kita harus memastikan kota ini tetap menjadi tujuan singgah utama, sehingga perputaran uang di masyarakat terus berputar. Dengan penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata, kita bertekad meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkas Raden Koesoemo optimistis.
Langkah berani yang digawangi oleh DPRD dan Fraksi PDI Perjuangan ini menjadi bukti nyata bahwa masa depan ekonomi Kota Sukabumi kini berada di tangan industri kreatif yang inklusif, mandiri, dan berbudaya. Sukabumi siap menyambut wisatawan dengan wajah baru yang penuh pesona!.
Penulis: DSU
