NASIONAL KINI | SUKABUMI - Upaya memperkuat sektor pariwisata melalui transformasi digital terus dilakukan di Kabupaten Sukabumi. Hal ini menjadi fokus dalam kegiatan diseminasi strategi pemasaran pariwisata berbasis digital yang digelar pada Sabtu (4/4/2026) di Hotel Augusta Citepus, Palabuhanratu.
Anggota Komisi VII DPR RI, Iman Adinugraha, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pemangku kepentingan pariwisata. Acara ini menjadi wadah berbagi strategi pemanfaatan teknologi digital untuk mempromosikan potensi wisata, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan budaya Nusantara, khususnya Sukabumi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, serta berbagai unsur pelaku industri pariwisata seperti pengelola destinasi, pramuwisata, pelaku ekonomi kreatif, hingga komunitas pariwisata lokal.
Dalam kesempatan itu, Ali Iskandar menekankan pentingnya penguatan tata kelola pariwisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menyebut, selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, aspek pengawasan dan mitigasi risiko juga harus diperhatikan sesuai rekomendasi Polda Jawa Barat.
Ia juga mengajak seluruh pengelola destinasi wisata untuk bersinergi dalam satu sistem manajemen yang terintegrasi. Langkah tersebut dinilai penting guna menghindari praktik tidak sehat seperti perbedaan harga yang merugikan wisatawan.
“Dengan pengelolaan yang baik, pelayanan optimal, dan harga yang wajar, wisatawan akan merasa nyaman. Dampaknya tentu akan meningkatkan kunjungan dan PAD daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Iman Adinugraha menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing pariwisata di era modern. Menurutnya, promosi melalui media sosial, optimasi mesin pencari, hingga analisis data wisatawan harus dimaksimalkan.
Tak hanya soal digitalisasi, Iman juga menyoroti pentingnya sistem komunikasi di lapangan. Ia menyarankan penggunaan alat komunikasi seperti handy talkie (HT) untuk mempercepat koordinasi antar pengelola destinasi.
Selain itu, ia menilai sektor pariwisata tidak bisa dilepaskan dari dukungan infrastruktur. Pembangunan jalur alternatif dinilai penting untuk mengurai kemacetan saat lonjakan wisatawan terjadi.
“Dengan akses jalan yang lebih baik, aktivitas wisata akan lebih lancar dan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah,” kata Iman.
Ia berharap pengembangan infrastruktur tersebut dapat mengaktifkan kembali sejumlah titik pengelolaan wisata, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Kabupaten Sukabumi.
Penulis: Ismet
