Iklan

,

Iklan

.

Makna Idul Fitri 1447 H: Pimpinan Redaksi Nasionalkini.com Ismet Tekankan Pentingnya Memaafkan dan Harmoni

REDAKSI
Jumat, 20 Maret 2026, 22.25.00 WIB Last Updated 2026-03-20T15:25:58Z

 


NASIONAL KINI | IDUL FITRI - Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi kembali hadir membawa suasana haru dan kebahagiaan bagi umat Muslim. Di tengah gema takbir yang berkumandang, momentum ini menjadi saat yang dinanti untuk kembali kepada kesucian hati serta mempererat tali silaturahmi.


Pimpinan Redaksi nasionalkini.com, Ismatullah yang akrab disapa Ismet, turut menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat. Dalam pernyataannya, ia mengajak semua pihak menjadikan hari kemenangan ini sebagai ruang refleksi diri.


"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin," ujar Ismet.


Ia menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk memperbaiki hubungan antarsesama yang mungkin sempat renggang akibat perbedaan dan kesalahpahaman.


Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang hubungan keluarga, persahabatan, hingga sosial masyarakat diuji oleh ego dan emosi. Namun, Idul Fitri menghadirkan kesempatan untuk membuka hati dan saling memaafkan dengan tulus.


"Di hari yang fitri ini, mari kita kesampingkan ego dan memperkuat rasa persaudaraan. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain mampu saling memaafkan dan kembali menjalin hubungan yang harmonis," katanya.


Ia juga berharap Idul Fitri tahun ini dapat menjadi titik awal bagi terciptanya kehidupan yang lebih damai, penuh toleransi, dan saling menghargai di tengah masyarakat.


Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Idul Fitri diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga pengingat akan pentingnya nilai kemanusiaan, keikhlasan, dan persatuan.


Di tengah suasana yang penuh kehangatan ini, pesan yang disampaikan menjadi refleksi bahwa kemenangan sejati terletak pada kemampuan manusia untuk menahan ego, membuka pintu maaf, dan merangkul kembali sesama dalam bingkai persaudaraan.


Penulis: Lukman 

Iklan