NASIONAL KINI | SUKABUMI - Seorang anak berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026). Kasus kematian bocah tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian terkait dugaan tindak kekerasan yang mengarah pada ibu tirinya.
NS diketahui merupakan anak dari seorang ayah bernama Anwar Satibi. Jenazah korban telah menjalani autopsi di RS Bhayangkara TK. II Setukpa Sukabumi setelah sebelumnya rumah sakit menerima permintaan pemeriksaan dari Polres Sukabumi atas persetujuan keluarga korban.
Dikutip dari video yang diunggah akun Facebook @Waffaa Nuraeni,
Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara, Kombes dr. Carles Siagian, dalam keterangan pers menyampaikan bahwa jenazah diterima pada Jumat dini hari dan autopsi dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB selama kurang lebih tiga jam.
Dari hasil pemeriksaan luar, tim forensik menemukan luka bakar pada bagian lengan dan kaki, luka di area bibir dan hidung, serta sejumlah luka di punggung yang diduga akibat panas. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah luka tersebut merupakan akibat penganiayaan.
"Secara kasat mata, luka-luka tersebut belum bisa disimpulkan sebagai penyebab kematian. Kami juga telah melakukan pemeriksaan organ dalam, termasuk jantung dan paru-paru. Ditemukan adanya pembengkakan pada paru-paru, namun masih ditelusuri apakah korban memiliki riwayat penyakit tertentu atau faktor lain," ujarnya.
Ia menambahkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban. Sampel juga telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan ada tidaknya zat tertentu dalam tubuh korban.
Sementara itu, dalam unggahan yang sama dari akun @Waffaa Nuraeni, ayah korban, Anwar Satibi, mengaku selama ini jarang berada di rumah karena pekerjaannya di bidang jasa panggilan. Ia mengatakan mendapat kabar dari istrinya bahwa anaknya mengalami demam tinggi.
"Saya ditelepon, katanya anak sakit panas. Saat saya pulang, saya kaget melihat kulit anak saya sudah melepuh. Saya tanya kenapa bisa begitu, dijawab karena panas tinggi," ungkap Anwar kepada awak media.
Anwar mengaku awalnya mengira kondisi tersebut akibat sakit biasa. Namun, setelah melihat kondisi korban semakin mengkhawatirkan, anaknya kemudian dibawa ke rumah sakit.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar satu tahun lalu dirinya pernah melaporkan istrinya ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap anaknya. Namun, perkara tersebut sempat dimediasi dan berakhir damai. Meski demikian, ia menyebut laporan sebelumnya belum dicabut secara resmi.
"Dulu pernah ada kejadian penganiayaan, anak saya dipukul dengan benda. Waktu itu saya sempat melapor," katanya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian NS serta mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
