Iklan

,

Iklan

.

Perkuat Layanan Publik dan Akses Warga, Bupati Sukabumi Resmikan IGD dan Jembatan Gantung

REDAKSI
Selasa, 27 Januari 2026, 00.28.00 WIB Last Updated 2026-01-26T17:30:10Z

 

        Sumber foto: Diskominfo Kabupaten Sukabumi 


NASIONAL KINI | SUKABUMI - Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat pelayanan publik dan infrastruktur wilayah. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Instalasi Gawat Darurat (IGD) UPTD Puskesmas Kalibunder serta Jembatan Gantung Leuwi Reuming oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, di Kecamatan Kalibunder, Senin (26/1/2026).


IGD Puskesmas Kalibunder diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Sementara itu, Jembatan Gantung Leuwi Reuming yang berada di Desa Sukaluyu kembali menjadi penghubung vital antarwilayah.


Jembatan sepanjang kurang lebih 70 meter tersebut dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi dan diselesaikan dalam waktu 120 hari. Infrastruktur ini berfungsi sebagai jalur alternatif yang memudahkan mobilitas warga, termasuk akses menuju Desa Sirnamekar.


Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar mengimbau masyarakat agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun pemerintah.


“Saya berharap masyarakat dapat bersama-sama memelihara fasilitas ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran jembatan tersebut memberikan perubahan signifikan bagi warga. Jika sebelumnya perjalanan menuju Desa Sirnamekar harus memutar hingga puluhan kilometer, kini dapat ditempuh hanya sekitar lima menit.


“Mudah-mudahan akses baru ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.


Camat Kalibunder, Sri Resmiati, menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Leuwi Reuming sebelumnya dibangun pada 2020 melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Namun, jembatan tersebut rusak dan terputus akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Desember 2024.


“Atas nama Forkopimcam dan masyarakat Kalibunder, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sukabumi yang telah membangun kembali jembatan ini pascabencana,” ucapnya.


Ia menambahkan, keberadaan jembatan sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat.


Apresiasi juga disampaikan oleh tokoh masyarakat, Latif Soleh. Menurutnya, kembalinya akses penghubung tersebut sangat membantu warga, khususnya para petani.


“Dulu jarak tempuh dari Desa Sirnamekar ke Sukaluyu sekitar 20 kilometer. Sekarang hanya butuh waktu lima menit,” katanya.


Latif menuturkan, kemudahan akses berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian. Harga komoditas yang sempat turun akibat sulitnya akses, kini kembali stabil.


“Alhamdulillah, kondisi ekonomi petani mulai membaik sejak jembatan ini berfungsi kembali,” pungkasnya.


Penulis: Ismet 

Iklan