Iklan

,

Iklan

.

Tinjau Ciptamulya, Saan Mustopa Dorong Relokasi 51 Keluarga Terdampak Bencana

REDAKSI
Selasa, 11 Agustus 2026, 12.22.00 WIB Last Updated 2026-08-11T05:22:10Z

NASIONAL KINI | SUKABUMI - Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Saan Mustopa, meninjau langsung kondisi warga Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan setelah bencana. Saan datang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi.


Dalam kunjungan itu, Saan didampingi Bupati Sukabumi Asep Japar, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo, Forkopimcam Cisolok, serta sejumlah unsur terkait.


Saan melihat langsung kondisi permukiman warga sekaligus berdialog dengan masyarakat terdampak. Berdasarkan data yang diterima, sedikitnya 51 keluarga terdampak akibat bencana tersebut.


Menurut Saan, penanganan terhadap warga saat ini tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan darurat. Pemerintah perlu segera masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.


Ia menilai relokasi menjadi salah satu pilihan yang perlu segera direalisasikan mengingat kondisi kawasan terdampak tidak memungkinkan seluruh rumah dibangun kembali di lokasi semula.


“Yang terkena dampak harus secepatnya bisa menempati tempat yang baru. Jangan sampai terlalu lama berada di pengungsian, tinggal bersama saudara maupun tetangga,” ujar Saan.


Saan menegaskan, kepastian tempat tinggal menjadi hal penting bagi masyarakat terdampak agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Karena itu, proses relokasi harus dipersiapkan secara matang dan tidak berlarut-larut.


Meski demikian, penataan kembali kawasan Ciptamulya tidak dapat hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Sebagai kampung adat, wilayah tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang harus tetap dipertahankan.


“Kampung adat ini merupakan bagian dari cagar budaya yang harus kita jaga dan pelihara bersama,” kata Saan.


Ia menambahkan, proses pemulihan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara menyeluruh.


Dalam kesempatan tersebut, Saan juga menyerahkan bantuan awal kepada warga terdampak. Untuk kebutuhan penanganan selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mendukung proses pemulihan masyarakat dalam jangka panjang.


Selain persoalan relokasi, Saan turut menyoroti pentingnya penguatan mitigasi bencana di Kabupaten Sukabumi. Wilayah Sukabumi yang memiliki kawasan pegunungan sekaligus pesisir membuat daerah tersebut memiliki potensi menghadapi berbagai jenis bencana.


Longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan hingga kebakaran menjadi sejumlah ancaman yang perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan dan mitigasi sejak dini.


Saan mendorong pemerintah untuk memperkuat pemetaan wilayah rawan bencana serta menyiapkan langkah pencegahan. Dengan demikian, potensi kerugian dan dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan.


“Mitigasi harus diperkuat. Mana yang masih bisa dicegah sebelum bencana terjadi dan mana yang memang tidak dapat diprediksi, semuanya harus dipersiapkan,” ujarnya.


Saan berharap proses pemulihan warga Kasepuhan Ciptamulya dapat segera berjalan. Masyarakat terdampak, kata dia, harus mendapatkan kepastian tempat tinggal yang aman sekaligus tetap dapat mempertahankan kehidupan sosial dan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas Kasepuhan Ciptamulya.


Baginya, membangun kembali Ciptamulya bukan sekadar mendirikan rumah baru bagi warga terdampak. Lebih dari itu, pemulihan harus mampu mengembalikan kehidupan masyarakat sekaligus menjaga keberadaan dan nilai budaya kampung adat tersebut.


Penulis: Dani Sanjaya Permas 

Iklan