Iklan

,

Iklan

.

Isu Sosial Jadi Perhatian, Diren Pandimas Dorong ESDM Percepat Proyek Geotermal Cisolok-Cikakak

REDAKSI
Jumat, 14 Agustus 2026, 20.54.00 WIB Last Updated 2026-08-14T13:54:22Z

NASIONAL KINI | SUKABUMI – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cisolok-Cikakak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mendapat perhatian. Proyek yang dikelola PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) tersebut ditargetkan dapat mencapai Commercial Operation Date (COD) pada akhir 2029 dengan kapasitas pembangkitan sekitar 50 Megawatt (MW).


Dukungan terhadap percepatan proyek tersebut kembali disuarakan tokoh pemuda Sukabumi, Diren Pandimas. Ia melakukan audiensi secara resmi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mendorong agar proyek panas bumi di wilayah Cisolok-Cikakak dapat segera direalisasikan.


Dalam audiensi tersebut, Diren Pandimas diterima Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Penataan Regulasi, Mustafa M. Radja. Pertemuan itu membahas perkembangan proyek sekaligus sejumlah persoalan sosial yang dinilai perlu diselesaikan agar tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik.


Diren Pandimas mengatakan, audiensi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, keberadaan proyek geotermal diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan fasilitas umum.


“Alhamdulillah, hari ini saya disambut dengan baik oleh Kementerian ESDM melalui Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Penataan Regulasi, Bapak Mustafa M. Radja,” ujar Diren.


Ia menambahkan, dirinya juga mengajak pihak Kementerian ESDM untuk melihat secara langsung lokasi proyek geotermal di Cisolok-Cikakak. Menurutnya, kunjungan tersebut penting agar pemerintah dapat melihat kondisi di lapangan sekaligus mengetahui secara langsung respons masyarakat terhadap rencana pembangunan proyek tersebut.


“Saya mengajak Bapak Mustafa M. Radja untuk berkunjung langsung ke lokasi proyek geotermal di Cisolok-Cikakak, sehingga dapat melihat dan mengetahui kondisi di lapangan serta menyampaikan kepada Menteri ESDM agar proyek ini dapat segera dimulai, termasuk mendorong ground breaking tahun ini,” katanya.


Sementara itu, Mustafa M. Radja menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul berkaitan dengan proyek geotermal Cisolok.


Menurutnya, penyelesaian persoalan sosial perlu dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.


“Saya sudah berdiskusi dengan Dirjen EBTKE untuk segera menyelesaikan isu sosial yang muncul di Cisolok melalui fasilitasi. Jangan sampai isu tersebut membesar dan menjadi perhatian publik,” ungkap Mustafa.


Ia juga menekankan pentingnya pihak pengembang, PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG), memperhatikan aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk usulan dari ketua adat dan kelompok masyarakat setempat.


“Pihak DMCG diharapkan memperhatikan usulan ketua adat dan kelompok masyarakat. Selanjutnya, koordinasi dengan EBTKE akan terus dilakukan karena saat ini sedang menangani isu sosial di Cisolok untuk teknis penyelesaiannya,” jelasnya.


Audiensi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, pengembang dan masyarakat. Dengan penyelesaian persoalan sosial secara bersama-sama, proyek geotermal Cisolok-Cikakak diharapkan dapat segera memasuki tahapan pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.


Penulis: Ismet 

Iklan