NASIONAL KINI | SUKABUMI – Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh. Berada di jalur utama menuju kawasan geopark, desa ini menawarkan perpaduan panorama alam yang memukau, kekayaan geologi purba, serta budaya Sunda yang masih terjaga dengan baik.
Secara geografis, Desa Girimukti berada di wilayah perbukitan dengan ketinggian mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut. Lokasinya yang strategis menjadikan desa ini sebagai pintu gerbang utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai destinasi di kawasan Geopark Ciletuh melalui jalur darat.
Salah satu ikon wisata yang paling dikenal adalah Puncak Darma, yang berada di Kampung Cibuti. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati panorama Teluk Ciletuh yang berbentuk tapal kuda, hamparan sawah, tebing purba, hingga birunya Samudra Hindia. Puncak Darma juga menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menyaksikan matahari terbenam dengan latar pemandangan alam yang menawan.
Selain Puncak Darma, Desa Girimukti juga memiliki destinasi wisata alam yang tak kalah memikat, yakni Curug Larang. Air terjun yang masih berada di kawasan hutan alami tersebut menawarkan suasana sejuk, aliran air yang jernih, bebatuan alami, serta pepohonan hijau yang masih terjaga kelestariannya.
Keindahan Curug Larang tidak hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga cerita dan nilai budaya yang diwariskan masyarakat setempat. Berbagai kisah yang berkembang menjadikan air terjun ini memiliki nuansa mistis yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Salah seorang wisatawan asal Sukabumi, Wawan, mengaku terpesona dengan suasana yang ditawarkan Curug Larang.
"Tempat ini sangat indah dan sejuk. Alamnya masih terjaga, udaranya segar, dan cocok untuk melepas penat bersama keluarga maupun teman-teman," ujarnya.
Menurutnya, kondisi alam yang masih asri menjadi nilai lebih dibandingkan destinasi wisata lainnya.
Selain mengandalkan sektor pariwisata alam, masyarakat Desa Girimukti juga terus menjaga nilai-nilai budaya Sunda yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi pelestarian lingkungan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, sejalan dengan semangat konservasi yang diusung kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh.
Untuk mendukung perekonomian warga, masyarakat juga mengembangkan berbagai produk ekonomi kreatif berupa kerajinan tangan berbahan bambu dan pemanfaatan barang bekas yang diolah menjadi karya bernilai seni.
Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I Tahun 2025 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi, Desa Girimukti memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.393 jiwa, terdiri dari 2.245 laki-laki dan 2.148 perempuan, dengan 1.625 kepala keluarga.
Dengan potensi alam, budaya, dan masyarakat yang terus menjaga kelestarian lingkungan, Desa Girimukti diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi sekaligus memperkuat daya tarik UNESCO Global Geopark Ciletuh sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Penulis: Ismet
