Iklan

,

Iklan

.

Bawa Nama Sukabumi ke Istana Presiden, Diren Pandimas: Generasi Muda Harus Berkontribusi

REDAKSI
Selasa, 18 Agustus 2026, 17.40.00 WIB Last Updated 2026-08-18T10:40:52Z

 


NASIONAL KINI | JAKARTA - Tidak semua perjalanan berakhir hanya dengan sebuah kenangan. Ada perjalanan yang justru meninggalkan pesan mendalam dan mengubah cara seseorang memandang arti sebuah perjuangan.


Bagi tokoh muda asal Sukabumi, Diren Pandimas, langkahnya menuju Istana Presiden untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu pengalaman yang sulit dilupakan.


Di balik megahnya Istana dan khidmatnya upacara kenegaraan, Diren tidak hanya menyaksikan peringatan kemerdekaan. Ia merasakan langsung atmosfer kebangsaan, berdiri di antara para tokoh nasional, sekaligus mendapatkan kesempatan bertegur sapa dengan sejumlah figur penting.


Bagi seorang pemuda yang selama ini berkecimpung di bidang hukum, kesempatan tersebut seolah menjadi perjalanan dari sebuah daerah menuju panggung kebangsaan.


Salah satu momen yang paling membekas bagi Diren adalah ketika dirinya bertemu dengan Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).


Pertemuan singkat itu menjadi pengalaman yang menurutnya memiliki arti tersendiri. Di tengah momentum sakral peringatan kemerdekaan, Diren dapat merasakan secara langsung suasana kebangsaan yang selama ini mungkin hanya ia saksikan dari kejauhan.


Tak lama berselang, kesempatan serupa kembali hadir. Diren juga berkesempatan bertegur sapa dengan Marsekal Madya TNI Ir. Tedi Rizalihadi, S.T., M.M., perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau).


Dua perjumpaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengalaman yang semakin memperkuat kesan Diren terhadap arti kemerdekaan.


Menurutnya, kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada upacara, pengibaran bendera, atau perayaan setiap 17 Agustus. Di balik semua itu terdapat tanggung jawab besar yang harus diteruskan oleh generasi saat ini.


“Bisa hadir di Istana dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan sebuah kehormatan dan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Apalagi bisa bertemu dan bertegur sapa dengan sejumlah tokoh nasional. Ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini harus diisi dengan kontribusi nyata,” ujar Diren.


Ia menilai, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Semangat perjuangan para pendahulu harus diterjemahkan dalam bentuk perjuangan yang sesuai dengan tantangan zaman.


Bukan lagi mengangkat senjata, tetapi mengangkat ilmu pengetahuan. Bukan sekadar berbicara tentang perubahan, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Saya percaya anak muda, termasuk dari daerah seperti Sukabumi, memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil peran di tingkat nasional. Yang paling penting adalah terus belajar, menjaga integritas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.


Pengalaman berada di Istana kemudian menjadi ruang refleksi bagi Diren. Di tengah simbol-simbol negara dan pertemuan dengan berbagai tokoh nasional, ia semakin menyadari bahwa kemerdekaan memiliki harga yang tidak kecil.


Sebagai sosok yang berkecimpung di bidang hukum, Diren memandang perjuangan generasi masa kini dapat diwujudkan melalui penegakan hukum, penghormatan terhadap konstitusi, menjaga integritas serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.


“Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi bagaimana kita meneruskan perjuangan itu dalam bentuk yang sesuai dengan zaman kita. Bagi saya, kontribusi melalui ilmu, profesi dan pengabdian adalah bagian dari cara mengisi kemerdekaan,” tuturnya.


Perjalanan dari Sukabumi menuju Istana akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan menghadiri sebuah upacara.


Ada kebanggaan karena bisa membawa nama daerah ke panggung nasional. Ada rasa haru ketika berada di tengah momentum yang menjadi simbol perjuangan bangsa. Dan ada tanggung jawab yang semakin kuat untuk membuktikan bahwa anak muda dari daerah pun mampu mengambil bagian dalam perjalanan Indonesia.


Bagi Diren Pandimas, pengalaman itu mungkin hanya berlangsung dalam satu momentum. Namun, pesan yang dibawanya pulang jauh lebih panjang.


Ia semakin yakin bahwa generasi muda daerah tidak boleh merasa kecil di hadapan panggung nasional. Selama memiliki ilmu, integritas dan kemauan untuk mengabdi, selalu ada ruang untuk berkontribusi.


Dari Sukabumi menuju Istana, Diren bukan hanya menyaksikan kemerdekaan dirayakan.


Ia pulang dengan keyakinan bahwa kemerdekaan harus terus diperjuangkan dengan ilmu, keberanian, integritas dan pengabdian.



Penulis: Ismet 

Iklan