NASIONAL KINI | SUKABUMI – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Rumah Panggung Dinas Perkim Provinsi Jawa Barat, Indi Nurdiansyah, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di sekitar kawasan rumah panggung di Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/6/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan yang disampaikan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Palabuhanratu terkait banjir yang berulang kali terjadi dan berpotensi mengancam keberadaan rumah panggung yang dibangun melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam kunjungannya, Indi melihat langsung kondisi bantaran Sungai Cibelang yang beberapa waktu lalu meluap hingga menyebabkan genangan di sejumlah titik. Selain menerima laporan tertulis dari masyarakat dan pemerintah kelurahan, pihaknya juga telah menerima dokumentasi visual berupa video yang memperlihatkan kondisi saat banjir terjadi.
"Kami menindaklanjuti laporan dari LPM kelurahan yang menyampaikan bahwa kawasan ini kembali terdampak banjir. Selain laporan tertulis, kami juga menerima dokumentasi visual berupa video yang menunjukkan kondisi saat banjir terjadi," ujar Indi Nurdiansyah.
Menurutnya, banjir yang terus berulang menjadi perhatian serius karena dapat membahayakan keberadaan rumah panggung yang telah dibangun pemerintah sebagai bagian dari program penanganan kawasan rawan bencana.
"Saya memiliki kepentingan untuk memastikan kondisi rumah panggung tetap aman. Karena itu, hari ini kami melakukan survei khususnya di area yang kemarin terdampak banjir di sepanjang bantaran sungai," katanya.
Dari hasil peninjauan, Indi menemukan kondisi bantaran sungai yang memerlukan perhatian segera. Ia menilai terdapat kerusakan pada bantaran sungai yang diduga menjadi salah satu penyebab meluapnya air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
"Kondisi bantaran sungai sangat memprihatinkan dan memang perlu dilakukan perbaikan. Tadi saya juga sudah membaca surat dari Pak Lurah yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait permohonan perbaikan bantaran sungai yang retak dan jebol. Kerusakan tersebut kemungkinan besar menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir," jelasnya.
Ia menambahkan, usulan perbaikan tersebut saat ini masih dalam proses pengajuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya berharap proses administrasi dapat berjalan lancar sehingga penanganan infrastruktur sungai dapat segera direalisasikan guna mencegah terjadinya banjir serupa di kemudian hari.
Sementara itu, Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) yang turun langsung melakukan survei lapangan.
"Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan survei oleh Dinas Perkim Provinsi Jawa Barat yang memonitor program rumah panggung tahun 2026 tahap kedua. Sekaligus melihat kondisi pasca limpahan air dari Sungai Cibelang yang terjadi beberapa waktu lalu," ujar Yadi.
Menurutnya, terdapat sejumlah titik yang perlu segera mendapatkan penanganan karena berada sangat dekat dengan aliran sungai. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengakibatkan abrasi dan mengancam keberadaan rumah panggung yang berada di bantaran.
"Ada beberapa titik yang harus segera diantisipasi karena sebagian rumah panggung berada di dekat sungai. Kami khawatir apabila terjadi hujan deras kembali, rumah-rumah tersebut dapat tergerus akibat abrasi bantaran sungai," katanya.
Yadi mengungkapkan, pihak kelurahan telah mengusulkan pemasangan bronjong sepanjang sekitar 150 meter kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai langkah penguatan bantaran sungai. Selain itu, sejumlah kebutuhan penanganan lainnya juga telah disampaikan kepada dinas terkait.
"Kami juga sudah mengirimkan surat ke provinsi karena penanganan ini harus segera dilakukan. Yang kami khawatirkan apabila hujan deras kembali terjadi, warga maupun rumah panggung yang berada di bantaran sungai akan terdampak lebih parah," ujarnya.
Lebih lanjut, Yadi menjelaskan bahwa berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan sejak awal, termasuk pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PSDA Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
"Kami sudah melakukan penanganan melalui pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan. Namun memang ada beberapa faktor alam yang sulit diprediksi. Penanganan juga telah dilakukan di beberapa sungai, termasuk Sungai Cibelang dan Sungai Cipalabuhan, serta wilayah lainnya di Kelurahan Palabuhanratu," jelasnya.
Ia berharap pemerintah provinsi melalui instansi terkait dapat merealisasikan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sejumlah titik rawan. Menurutnya, keberadaan TPT sangat penting untuk mengendalikan debit air sekaligus melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi dan banjir.
"Sebagian penanganan memang sudah direalisasikan pada tahun 2025, tetapi belum maksimal. Kami berharap pembangunan TPT dan penguatan bantaran sungai dapat menjadi perhatian penuh dari pemerintah provinsi. Jika hujan deras kembali turun, kami khawatir dampaknya akan semakin besar bagi masyarakat," tuturnya.
Dengan adanya peninjauan langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masyarakat berharap usulan perbaikan saluran sungai, pemasangan bronjong, pembangunan TPT, serta penataan bantaran sungai dapat segera direalisasikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga keberlangsungan program rumah panggung yang menjadi salah satu solusi hunian bagi masyarakat di kawasan rawan bencana.
Perbaikan infrastruktur sungai yang terintegrasi diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga serta memastikan rumah panggung yang telah dibangun pemerintah tetap aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat kelurahan Palabuhanratu.
Penulis: Ismet


