NASIONAL KINI | SUKABUMI – Di bawah langit biru pesisir Palabuhanratu yang menyimpan potensi luar biasa, sebuah babak baru bagi dunia kemaritiman Kabupaten Sukabumi resmi dimulai. Ketua Umum Panitia Hari Nelayan Nasional ke-66, Pepen Supendi, secara resmi membuka tahap seleksi perdana calon Putri Nelayan 2026. Langkah ini menjadi tonggak awal dari visi besar Pepen dalam mentransformasi perayaan tradisional menjadi ajang berskala internasional yang mampu mengangkat martabat masyarakat nelayan lokal, wawancara khusus bersama Ketua Umum Panitia Haei Nelayan, Pepen Supendi, hari Selasa, tanggal (28/04/2026).
Berlokasi di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (26/4/2026), sebanyak 14 finalis dari berbagai sekolah menengah di wilayah Dapil 1 tampil dengan kepercayaan diri penuh. Bagi Pepen Supendi, kehadiran para remaja putri ini bukan sekadar pelengkap seremonial, melainkan simbol regenerasi dan kebangkitan ekonomi kreatif di sektor bahari.
Kepemimpinan Pepen Supendi: Modernisasi Tradisi
Sebagai sosok di balik kemudi perayaan tahun ini, Pepen Supendi membawa semangat pembaruan. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Hari Nelayan Nasional ke-66 harus menjadi momentum "naik kelas" bagi Kabupaten Sukabumi. Fokus utama Pepen adalah memastikan bahwa pemilihan Putri Nelayan tahun ini memiliki standar penilaian yang lebih komprehensif dan profesional.
"Kami tidak hanya mencari sosok yang cantik secara visual. Di bawah arahan tim panitia, kami menginginkan seorang duta yang memiliki kedalaman intelektual dan kepedulian sosial yang nyata. Putri Nelayan adalah wajah dari harapan para nelayan kita," ujar Pepen dengan penuh semangat saat memantau jalannya seleksi.
Pepen menjelaskan bahwa transisi peran Putri Nelayan di tahun 2026 ini akan lebih difokuskan pada tiga pilar utama: Edukasi, Keterampilan, dan Peran Sosial. Hal ini merupakan gebrakan yang ia dorong agar pemenang tidak hanya tampil saat prosesi adat, tetapi aktif sepanjang tahun dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat pesisir.
Mengenal 14 Finalis: Bunga Bangsa dari Pesisir Sukabumi
Seleksi yang berlangsung ketat tersebut diikuti oleh perwakilan dari sekolah-sekolah bergengsi seperti SMA Negeri 1 Palabuhanratu, SMK Doa Bangsa, SMA Cikakak, hingga SMA Simpenan. Keterlibatan siswi-siswi dari Dapil 1 ini menunjukkan bahwa antusiasme generasi muda terhadap budaya lokal masih sangat tinggi.
Lima juri profesional yang berasal dari jajaran lintas kedinasan Pemerintah Kabupaten Sukabumi ditunjuk langsung untuk memberikan penilaian objektif. Pepen Supendi memastikan proses penjurian tetap transparan namun memiliki "rahasia tim penilai" guna menguji ketangguhan mental para peserta.
Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), penguasaan bahasa asing, serta pemahaman mengenai isu-isu kelautan global menjadi parameter utama. Hal ini sejalan dengan ambisi Pepen untuk membawa ajang ini agar suatu saat nanti dapat diakui dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
Agenda Strategis: Menuju Puncak 21 Mei 2026
Rangkaian kegiatan yang dirancang oleh kepanitiaan di bawah komando Pepen Supendi tergolong sangat padat dan variatif. Dimulai sejak awal April, kegiatan ini merupakan perpaduan harmonis antara unsur religius, hiburan rakyat, dan pelestarian budaya.
Beberapa agenda yang menjadi sorotan utama antara lain:
• Istigasah dan Tabligh Akbar: Sebagai bentuk syukur dan doa bersama agar para nelayan diberikan keselamatan serta hasil tangkapan yang melimpah.
• Bazar UMKM dan Pasar Malam: Upaya Pepen untuk memutar roda ekonomi kerakyatan, memberikan panggung bagi produk olahan ikan lokal agar dikenal lebih luas.
• Pentas Seni Budaya: Penampilan Wayang Golek dan Jaipongan sebagai komitmen menjaga identitas Sunda di tengah arus modernisasi.
Puncak acara yang dijadwalkan pada 21 Mei 2026 akan menjadi pembuktian bagi Pepen dan timnya. Prosesi sakral yang melibatkan "Raja" dan "Putri Nelayan" terpilih diprediksi akan menjadi magnet bagi lebih dari 10.000 pengunjung.
Dampak Ekonomi: Target 10.000 Wisatawan
Salah satu indikator keberhasilan yang dipasang oleh Pepen Supendi adalah dampak ekonomi langsung bagi warga Sukabumi. Dengan target kunjungan mencapai angka 10.000 orang, sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi di sepanjang pantai Selatan Jawa Barat ini dipastikan akan mendulang berkah.
Pepen secara aktif menjalin kerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi serta menggandeng sektor swasta. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Meskipun saat ini baru tercatat dalam Calendar of Event Provinsi Jawa Barat, Pepen optimis bahwa dengan kualitas penyelenggaraan yang baik, perhatian nasional akan tertuju pada Sukabumi.
"Kami ingin membuktikan bahwa Sukabumi siap menyelenggarakan event skala besar dengan manajemen yang rapi. Ini adalah undangan terbuka bagi dunia untuk melihat keindahan bahari kami," tambahnya.
Harapan dan Masa Depan Nelayan Sukabumi
Di balik kemeriahan pemilihan Putri Nelayan, Pepen Supendi mengingatkan bahwa jantung dari kegiatan ini adalah kesejahteraan nelayan itu sendiri. Putri Nelayan terpilih nantinya akan ditugaskan untuk mengampanyekan pentingnya pelestarian terumbu karang dan kebersihan pantai, yang pada akhirnya akan menjaga ketersediaan sumber daya ikan.
Melalui pendekatan yang lebih segar dan anak muda banget, Pepen ingin mengubah stigma bahwa dunia nelayan itu kusam atau tertinggal. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa dengan sentuhan kreativitas dan kepemimpinan yang kuat, tradisi Hari Nelayan bisa menjadi industri pariwisata yang sangat menjanjikan.
Kesimpulan: Menanti Sang Mahkota
Perjalanan 14 finalis ini masih panjang. Namun, dengan pengawalan ketat dari panitia yang diketuai oleh Pepen Supendi, masyarakat Sukabumi dapat bernapas lega bahwa tradisi mereka berada di tangan yang tepat. Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66 bukan sekadar pesta, melainkan sebuah pernyataan bahwa Sukabumi siap berlari menuju masa depan yang lebih cerah, lebih hijau, dan lebih sejahtera.
Jangan lewatkan momentum bersejarah ini. Mari kita tunggu siapa yang akan mengenakan mahkota Putri Nelayan 2026 dan menjadi mitra strategis dalam memajukan maritim Sukabumi. Sampai jumpa di puncak perayaan pada 21 Mei 2026!
Fakta Menarik Hari Nelayan ke-66:
• Ketua Panitia: Pepen Supendi (Fokus pada pemberdayaan dan edukasi).
• Lokasi Utama: Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
• Target Pengunjung: 10.000 Orang.
• Warisan Budaya: Wayang Golek, Jaipongan, dan Prosesi Larung Sesaji (tradisi syukur).
Penulis: DSU
