NASIONAL KINI | SUKABUMI – Bazar Culinary Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Kompleks Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi, resmi ditutup setelah berlangsung selama sepekan. Kegiatan tahunan tersebut menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Penutupan bazar dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan berbagai penghargaan dan hadiah kepada para peserta lomba yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan bazar.
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengatakan, kegiatan Bazar Culinary Ramadan memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi pelaku UMKM. Berdasarkan data yang dihimpun selama pelaksanaan, perputaran uang harian dari 35 pelaku UMKM yang terlibat mencapai sekitar Rp30 juta.
“Kalau dilihat dari geliatnya, rata-rata setiap UMKM bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per hari. Ini tentu menjadi hal yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya aktivitas ekonomi di bazar tersebut menjadi indikator bahwa sektor UMKM di Kabupaten Sukabumi masih sangat kuat dan memiliki potensi besar dalam menopang perekonomian daerah.
“Kalau UMKM masih tumbuh, Insya Allah negara aman,” ucapnya.
Ia juga menilai berbagai produk kuliner yang disajikan para pelaku UMKM memiliki kualitas rasa yang sangat baik. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pengunjung yang melakukan pemesanan ulang terhadap produk yang dijual.
“Ini menandakan para pelaku UMKM tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga mampu menghadirkan cita rasa yang memukau dan memikat konsumen,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Andreas berharap kualitas kuliner lokal tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sukabumi.
“Biasanya masyarakat yang datang berwisata juga mencari pengalaman kuliner. Semoga ini bisa menjadi destinasi kuliner UMKM khas Sukabumi yang memiliki cita rasa unggulan,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus mencintai dan bangga menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian daerah.
“Dengan membeli produk lokal, masyarakat secara langsung ikut menggerakkan roda ekonomi daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi Hj. Rina Rosmaniar Japar mengatakan bahwa kegiatan bazar ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong pelaku UMKM agar terus berkembang dan naik kelas.
Menurutnya, Dekranasda akan terus berkomitmen membantu pelaku UMKM dalam memperluas jejaring usaha serta meningkatkan kualitas produk, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai pemicu untuk terus berinovasi, sehingga produk UMKM Kabupaten Sukabumi mampu memiliki daya saing yang tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang telah berpartisipasi dan menyajikan produk terbaik selama kegiatan berlangsung.
“Saya selaku Ketua Dekranasda merasa bangga dan mengapresiasi para pelaku UMKM yang menyajikan produk terbaik, higienis, dan khas Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, Hj. Sri Hastuty Harahap. Ia menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bazar sangat tinggi meskipun sempat diguyur hujan.
Berdasarkan catatan panitia, total perputaran uang selama kegiatan berlangsung mencapai Rp211.200.000.
“Meskipun sempat diwarnai hujan, antusias masyarakat yang datang ke bazar ini sangat luar biasa. Perputaran uang selama sepekan mencapai Rp211.200.000,” ungkapnya.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan pelaksanaan bazar pada tahun-tahun sebelumnya.
“Sebelumnya diperlukan waktu hingga dua pekan untuk mencapai perputaran uang sekitar Rp200 juta. Namun tahun ini cukup dalam waktu sepekan saja. Ini tentu menjadi kabar baik bagi perkembangan UMKM di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Penulis: Dani Sanjaya Permas

