Iklan

Iklan

,

Iklan

Berakit-rakit ke Hulu, Berenang-renang Ketepian

Redaksi
Jumat, 04 November 2022, 23.32.00 WIB Last Updated 2022-11-04T16:32:51Z

Judul di atas hanyalah pameo. Saya meminjam istilah itu untuk tiga rekan saya dari Soppeng, Andi Mull Makmun, Anwar Faturusi dan Suwandi 

                    Laporan: Edy Basri

CUKUP lama baru kami bertemu kembali. Hampir tiga tahun lamanya. 

Terakhir kali saya dan Andi Mull Makmun bersua 10 Januari 2020 di Kota Soppeng. Itupun kami tidak berlama-lama disana karena harus melanjutkan kegiatan rapat kerja di Pamandian Alam Lejja Soppeng. 

Kebetulan saat itu, saya masih menjabat Ketua PWI Sidrap-Enrekang. Sementara Andi Mull Makmun menjabat Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng. 

Bedanya, Andi Mull Makmun masih menjabat organisasi itu hingga sekarang, sementara saya sudah tidak lagi. 

Tapi saya bersyukur, kami masih bisa dipertemukan kembali oleh yang kuasa pasca Pandemi COVID-19 ini

Ibarat kunjungan balasan, kali ini Andi Mull Makmun mendatangi saya di Sidrap. Beliau datang dengan dua orang pejabat penting IWO Soppeng lainnya. Namanya, Anwar Faturusi dan Suwandi. 

Meski pun tergolong singkat, tapi pertemuan kami di Sidap, cukuplah mengesankan. 

Bukan karena kopi susu atau sajian nasu palekko (makanan khas di Sidrap) yang  membuatnya sulit melupakan pertemuan itu. Melainkan kondisi sepanjang jalan di Sidrap. Maaf, kondisinya sangat jelek

Ya, ibarat istilah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian 

Meskipun awalnya mobil sedan Vios yang dikendarainya harus bersusah payah melintasi jalan berlubang di sepanjang jalan di Sidrap, namun akhirnya kami bisa bertemu dan melepas kangen bersama. 

Sebelum kami Lunch bersama dengan menikmati makanan ala kadarnya di La Bugis, kami banyak menghabiskan waktu bersama di Kedai Ruby Pangkajene. 

Banyak hal yang kami diskusikan di Kedai Ruby milik Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidrap, Andi Muhammad Yusuf Ruby itu. Terutama seputar perkembangan organisasi pers di dua daerah bertetangga, Sidrap dan Soppeng. 

Saya katakan, organisasi pers di Sidrap sudah sangat berkembang, bahkan sudah banyak sekali organisasi pers di Bumi Nenek Mallomo itu. 

Beda dulu, hanya ada satu organisasi pers, yakni PWI. Sekarang ini sudah banyak sekali, seperti misalnya Join, FPII, Ajoi dan masih banyak lagi lainnya. 

Saya tidak menyebut nama IWO karena memang belum ada di Sidrap. Tapi menurut Andi Mull Makmun, organisasi itu tidak akan lama lagi hadir di Sidrap. 

"Nanti juga ada kok, tolong bantu yah", sahut Andi Mull Makmun sembari kembali menyeruput kopi di depannya.(*)